24 April 2014

Tentang Teman-temanku

Konnichiwa....

Pada kagak ngerti ya aku ngomong apaan? Aku itu menyapa kalian pakai bahasa jepang.. Gara-gara JKT48 nih, aku jadi begini. Ah, sudahlah... Lupakan saia.

Kali ini aku pengen cerita tentang teman-teman kuliahku. Sebelumnya sih udah pernah bikin yang beginian, tapi tulisanku dicolong sama teman aku dan diklaim sebagai tulisan dia. Tapi, sudahlah. Aku masih bisa nulis lagi yang lebih bagus dan tentunya aku bakalan lebih frontal dengan tulisanku...





Yang pertama, aku pengen cerita tentang temanku yang namanya Anggi Cahya Putra Utama (kayak nama toko bangunan ya). Anggi ini anaknya kalem, diem. Dulu waktu semester satu dia sering digodain sama Anis, teman sekelasku juga. Tapi karena malu, Anggi jadi sering salting gitu. Ade juga kadang-kadang godain dia. Maklum, karena terlalu kalem Anggi malah keliatan cool. Tapi intinya, Anggi itu orangnya suka bergaul sama teman-teman yang lain, walaupun nggak semua teman bisa akrab sama dia. Tapi kalau aku sih, bisa akrab sama dia, soalnya aku sering minta bantuin dia ini itu, termasuk minjem uang buat makan. Hehe...

Selanjutnya, ada Bagus Wijanarko, pemilik toko bagus yang nggak punya toko bagus. Maksudnya gimana ya? Perduli amat, Amat aja nggak perduli. Bagus itu sebelas dua belaslah sama Anggi sifatnya. Nah, masalah kepintaran, Bagus sebelas tiga belas sama aku, bodok... :D Bagus orangnya ramah, sangat menghargai teman. Tapi sesuatu yg dari dulu sampai sekarang masih aku inget dan kadang bikin aku nahan ketawa, Bagus pernah dikatain mirip dakocan... haha... buat Bagus, jangan tersinggung ya... keep clam and love hentai...

Lalu Herwin, si pecinta game online. Setengah tahun aku berteman sama dia, aku nggak kunjung ingat nama lengkapnya. Aku kenal Herwin itu udah lama, jauh sebelum sistem komputer '13 terbentuk. Ya, aku akui Herwin itu teman pertamaku di Malang. Awal berteman sama Herwin sih, dia ngomongnya pakai lu gua, lu gua. Tapi entah hilang kemana, dia sekarang jadi pakai aku kamu. Awalnya kita berdua lumayan akrab, tapi semakin lama kita jadi jarang teguran. Penyebabnya apa juga aku nggak tauk. Intinya aku pernah males dekat dengan dia karena dia terlalu akrab sama cewek yang aku taksir, YS. Tapi semenjak aku udah nggak suka lagi samam YS, sedikit demi sedikit aku mulai akrab lagi sama Herwin. Tapi anehnya ya, si Herwin ini selalu aja bisa ngintilin cewek yang aku suka. Dulu aku suka sama YS dia akrab banget sama YS. Sekarang aku suka sama AM, dia dekat banget sama AM. Tau sih, dia nggak punya rasa sama YS atau AM, tapi tetap aja aku cemburu. Tapi, kali ini ya biasa aja, aku nggak akan ambil hati kalau dia dekat sama AM.

Selanjautnya, ada Hafsah Andika Rahman, nick namenya Hafsah. Manusia satu ini yang nama panggilannya paling banyak berubah dibanding teman-teman yang lain. Dulu waktu pertama kenal kita sering manggil beliau dengan nama Hafizah. Lambat laun nama panggilannya berubah menjadi Manto. Nah, berhubung beliau umurnya udah jauh lebih tua dari teman-teman yang lain, maka tanpa mufakat kami sepakat memanggil beliau dengan sebutan Cak To... Panggilan Cak To bertahan hingga awal semester dua. Karena umur Cak To sudah semakin tua dan beliau senang dengan tante tetangga (yang satu ini mungkin hanya fiksi belaka), maka kami mengevolusikan namanya menjadi "om". Mungkin semester tiga nanti jika beliau menikah dengan tante tetangga maka akan berubah lagi menjadi bapak, semester empat akan berubah lagi jadi mbah kakung, dan mungkin setelah lulus sarjana s1 nanti bakalan ada tambahan tittle lagi menjadi alm. Mbah Kakung Hafsah, S.Com... Oops... Sumpah om, yang ini cuma becanda aja. Nah, si om ini punya sifat kedewasaan yang paling tebal di antara kita yang lain. Bahkan beliau sering banget jadi hakim penengah kalau ada di antara kita lagi berantem karena suatu masalah. Bahkan, si om ini punya motto "Tua itu pasti. Tapi kalau dewasa, belum tentu..." Pertama kali motto hidupnya ini ku dengar waktu dia baru selesai nengahin masalah aku sama si Yuni.

Ok, cukup sekian tentang om, kita beralih ke Yuni Sabrina yang biasa dipanggil Yuni. Yuni ini salah satu dari tiga spesies cewek di kelas yang harus dijaga dari kepunahan. Tapi sampai sekarang belum ada surat dari pemerintah untuk memindahkannya ke cagar alam Indonesia. Yuni ini anaknya nggak pintar, menurut aku sih, bisa di bilang rada begok. Dia juga pendiam (keliatannya sih) tapi setelah akrab dengan dia, keliatan banget kalau anak ini cerewer banget, bahasa jawanya, nyocot ae... Ini terbukti, selama aku dekat sama dia, sering banget aku di omelin. Uh, kalau udah marah itu seremnya na'uzubillah.... Aku kenal sama Yuni ini sebelum SK '13 terbentuk, maklum aku sama Yuni satu ruangan waktu AMT dulu. Bahkan ospeknyapun satu kelompok. Ah, tapi aku akrab sama dia cuma satu semester, sekarang dianya cuma akrab sama si om (itu menurut penelitianku).

Lalu, temanku yang menjabat sebagai benda hara kelas, namanya Ade Nur Wulan Sari Diana Safitri Cahyati Utami Sukama Diasta Sri Ningrum jatmiah Subadina Almunaroh Melati Indah Kartini... oh, nggak, nggak... Namanya nggak sepanjang itu cuma empat Kata. Ade ini cewek berkulit hitam yang hidungnya paling pesek, perlu menggunakan mikroskop untuk bisa liat hidungnya dengan jelas. Waktu ditanya sama teman sih, aku bilang Ade ini orangnya imut, tapi langsung disangkal sama teman "amit-amit!!!" Haha... Ade jangan tersinggung ya... Oh iya, menurutku Ade ini orangnya baik (aku bilang gini karena dia pernah minjamin aku uang), dia juga kalau ngomong bahasanya halus, nggak mudah tersinggung. But, overall... Dia tetap aja pesek...

Satu lagi yang kulitnya hitam, temanku yang namanya Rizky A. Aku lupa nama panjangnya, kita sebut aja Kiki (dia sih yang minta panggil gitu), tapi belakangan pada suatu tragedi flappy bird, aku menyebut namanya dengan panggilan Queen Kiekie... Akhirnya teman-teman pada manggil kayak gitu kalau lagi becandaan. Kiki ini cowok dengan form brimop tapi sering bertingkah kayak cabean-cabean. Yah, walaupun begitu dia tetap laki-laki original. Enaknya berteman sama dia ini karena stok rokoknya yang selalu ada. Dia juga pintar, terutama dalam pengcoding (mungkin begitu nulisnya), jadi setiap mata kuliah pemrograman dia yang paling hanyak dicontekin, syukurlah dia nggak pelit. Kalau bukan karena dia, kita-kita pasti banyak yang pulang kuliah tengah malam kalau lagi matkul pemrograman. Terima kasih maha guru dewa master... T_T

Cukup segitu aja tentang kiki, aku punya teman yang namanya Vicky, menurut pengakuannya sih, aku ini teman pertama dia di kelas SK. Nah, Vicky juga punya nama panggilan yang dia dapat karena mukanya berewokan penuh bulu, "jembut face". Huhu... Teman-temanku memang frontal kalau mau bikin nama panggilan untuk teman yang lain. Vicky orangnya punya banyak kesibukkan di luar jam mata kuliah, jadi wajar dia jarang pulang ke Blitar, jadinya nginap di tempat teman, biasanya tidur di kostku. Nah, ini dia buruknya Vicky kalau udah nginap di kamarku, dia malas mandi sampai-sampai dikatain bau ketiak sama temanku, Dwipa... Wajar aja sih, maklum ketiaknya ada tiga. Overall, Vicky tetap teman yang baik menurutku (aku bilang gini karena dia sering teraktir aku minum), anaknya asik banget kalau aku ajak cerita-cerita, dia juga sering curhat sama aku tentang mantan-mantannya.

Oke, sekarang aku mau ceritain tentang I Nengah Wisnu Merta Dwipa. Kalian mau panggil dia apa, terserah kalian. Anak ini teman ku yang congornya paling susah dijaga, omongannya kasar melulu. Lalu, dia juga kurang sopan sama teman, tapi syukurlah teman-teman bisa beradaptasi dengan si Dwipa. Tapi nggak ada yang bisa nyangkal juga ya, dia ini anaknya baik dan care sama teman, tipe-tipe yang bisa melengkapi kekurangan teman. Kalau lagi sedikit duit, dia hobi sesuatu yang bersifat gratisan. Kalau duitnya lagi banyak, minta teraktir juga pasti dibayarin (asal pasang muka melas kayak yang biasa aku lakuin). Bisa dibilang baik, bisa di bilang buruk. Sifatnya memang abstrak, susah di jelasin. Kalau pengen tau, cari tau aja sendiri. Overall, dia nyebelin karena kadang suka gangguin aku yang lagi mau tidur. Dan yang paling nyebelin itu dia suka ngata-ngatain pacar delusiku bermuka bencong. -_- Liat aja kalau lu udah laku, gua katain tuh pacar lu.

Sekarang sisa tiga temanku lagi. Siapa ya? Yang sama kayak aku aja dulu, cewek yang suka lagu Linkin Park dan sering bikin aku salah fokus. Anis Mitaraya namanya, biasa dipanggil Anis. Ini anak memang formnya cewek, tapi sifatnya kayak laki-laki. Ini tipe cewek kesukaannya Sulaiman dan Muklis (aku juga suka sih). Katanya sih, Anis ini sifatnya tegas dan konsisten dengan prinsip yang dia pegang, cocok jadi pemimpin bergender perempuan. Nah, kalau menururtku, dia ini anaknya manis dan so peaceful... Mungkin dia tercipta untuk ku pandangi. Tapi males juga aku mau banyak ngomong sama dia, kupingnya terlalu sering diganjel headset. Aku aja mau nyatain cinta, pakai bilang dulu kalau mau ngomong serius, kalau nggak gitu bisa dicuekin akunya.

Now, i want to tell you something about Sulaiman. Nama aslinya Muhammad Eko Wahyu Maulana. Pecinta hentai. Oops... Maksudku pecinta anime. Sulaiman ini teman yang, yang apa ya? Aku jadi ngeblank gara-gara orangnya lagi ada di dekat aku sekarang, takut dia baca. Sulaiman ini salah satu teman akrabku di kelas, termasuk di luar kelas. Dulu waktu rambut kita sama-sama panjang, kita pernah dikatain kembar. Dia memang sama kayak aku, jomblo. Tapi bedanya dia punya pacar. Maksudnya gimana? Yang tau maksudnya cuma aku dan teman-temanku yang tau. Banyak sih, kesamaanku dengan Sulaiman, sama jomblonya, sama suka Anis, sama suka JKT48, sama-sama suka nulis curahan hati, dan yang paling penting, sama-sama melihara burung.

Oh, sekarang waktunya ceritain tentang si kurus tinggi, tiang jemuran berkaki dua, Alfin Ardhi Bakry. Whateverlah mau benar atau salah nulis namanya. Biasanya di panggil Supri, sungguh lebih mirip dengan nama supir angkot. Keliatannya sih ini anak lumayan pelit, tapi kalau dengan aku, kata pelit itu nggak ada dalam kamusnya (maklum dia nggak punya kamus, kuliah aja nggak pernah bawa binder). Aku ngerasa klop banget temenan sama dia, soalnya kita sama-sama suka ngomongin hal yang berbau seks. Ya, itu memang kebiasaan dia, ngomongin seks sama ngomongin mantan, topik yang dia punya memang monoton. Kemampuan dia yang paling aku kagumi adalah kehebatannya dalam mengemas cerita berbau seks menjadi cerita komedi. Tapi syukurlah, kalau nggak ada dia, pasti setiap teman-teman di kelas butuh tukang desain pasti dia yang jadi incaran utama. Maklum, alumni multimedia cuma aku sama Alfin. Lagian memang dia yang lebih pantas karena dia memang punya banyak pengalaman di bidang desain. Sebagai penutup tentang Alfin, aku pengen kasih tau kalau aku sama Alfin sering perhatiin payudara cewek yang lalu-lalang di depan kita. Plus, kita sering menerka-nerka ukuran branya.

Nah ini yang terakhir. Karena pernah dapat komen dari teman, katanya aku sering nulis tentang mereka tapi aku nggak nulis tentang diri aku sendiri. Makanya sekarang aku ceritain nih, biar fear... Namaku Panca Safe Prayogi, dulu dipanggil Ogi tapi sekarang dipanggil Panca, padahal aku pengennya di panggil itil (Imut Tampan dan mungIL). Dulunya sih aku suka banget sama musik Hip Hop, tapi saat JKT48 menyerang, semua berubah. Dari dulu sampai sekarang aku hobi tidur, termasuk tidur di kelas. Kata teman-teman sih, aku ini anak paling pemalas dan bodoh di kelas. Wajar sih, 'kan aku ngerasa nggak klop sama jurusanku, tapi tetap aku ngerasa klop banget sama teman-teman jurusanku ini. Ada lagi yang pengen dikepoin tenteng aku? Ditanya kok nggak jawab. Yaudah, aku kasih tau, walaupun aku mesum, tapi aku nggak suka bokep. Bokep itu benda murahan yang terlalu mudah di dapatkan, aku lebih suka liat-liat cewek yang lewat di depanku, karena aku jadi lebih ada usaha untuk mencari spot yang bagus, kadang-kadang mataku jeli ngelirik sampai kedalemannya. Itu aku sebut sebagai skill.

Udah ya, itu aja yang bisa aku ceritain saat ini. Mohon maaf kalau terlalu jujur dan nggak pakai filter, tapi ini janjiku di atas, aku bilang aku bakalan cerita yang lebih frontal.

Ok, see you next time.
All been aplogize over write and rider fox to be long dict adictif for notification suspensed again. (Ini beneran nggak ada artinya).