24 April 2014

Robot line Follower dan Permainan Kejujuran

Olah... Halo, maksudku... Selamat pagi...
Ini tanggal 23, tepatnya jam enam lewat lima puluh dua menit. Mungkin yang lagi baca mikir aku kok bangun pagi banget ya? Nggak, ini aja belum tidur dari semalam. Terlalu sibuk, mana pagi sekitar jam delapan ada jam kuliah, fucking shit bangetlah.

Ini semua berawal dari kemarin sore, sepulang kuliah jam lima kita rapat sebentar, entah tentang apa juga aku nggak ngerti, sibuk becandaan sama  si Alfin. Setelah rapat, aku sama teman-teman pergi rame-rame ke kost Herwin buat nyelsain project robot line follower yang deadlinenya udah mepet banget.

Lalu kita, maksudku Ade, Om Hafsah, Alfin, Suleman, Herwin, Muklis, Anis, sama Yuni (seingat aku itu aja), lalu selanjutnya ada Bagus sama Nengah. Ini pada garap apaan aku juga nggak tau karena aku lagi sibuk ngetak-ngetik cerita. Intinya yang di garap sama mereka ini line follower. Yah, biasalah sambil asik dengan dunia sendiri membuqt cerita di blog, seperti biasa mataku sambil fokus ke Anis. Lalu yang aku ketik hampir selesai, Suleman bilang "kalau nulis lagi galau pasti hasilnya bagus, kalau nulisnya lagi nggak galau, tetap aja bagus. Masalahnya kalau galaunya setengah-setengah itu yang nggak bagus.. Ehehehe...." Bemeran, itu nggak lucu buat aku. Terus Suleman ada bilang biasanya dia bikin cerita itu di atap, lebih asik. Karena penasaran, aku jadi minta ke atas. Yaudah kita berdua ke atapnya lantai dua kost Herwin. Di atas tempatnya gelap, tapi bisa liat ke sana ke sini lebih leluasa, ngarep aja gitu bisa nemu pemandangan eksotis di kost cewek di depan situ. Heheheh...

Waktu baru nyampai di atas, Suleman bilang "Ca, di depan situ ada gentong air. Kalau siang keliatan tuliasan kasih tak sampai... aduh, cok, cok..." Kasian ya Suleman, kalau ke sini pasti mikirin Anis. Ada perasaan sedikit sedih, karena cintanya Suleman ke Anis nggak berbalas. Tapi aku juga sedih, perasaanku ke Anis bertepuk sebelah tangan. Sudahlah, kita rival yang senasip, Man. Oh iya, suleman ada bilang "aku lebih suka rival yang kayak gini Ca, Ca... Lebih terbuka dalam bersaing. Ketimbang bilang nggak suka, tapi tingkahnya nunjukin kalau dia suka." Iya, Man, maksih, itu pujian untuk aku.

Ya, ketimbang sepi, enakan ngobrol sambil dengerin instrumental piano cover JKT48. Menurutku suasananya jadi lebih nyaman dan lebih pas dengan pemandangan gemerlap kota samgil ditiup angin cepoi-cepoi. Mungkin setengah jam dari situ kita pergi dari kost Herwin dan Rame-rame pindah ke beskem SK buat nyiapin peralatan kerja. Karena udah sekitar jam sepuluh malam, jadi Ade sama Anis pulang duluan. Nah, jadi sisanya yaitu aku, Herwin, Suleman, Alfin, Om Hafsah dan bagus, beserta pemimpin kami Mas Samsul garap PCBnya robot (kalau di komputer itu seperti motherboardlah) di lantai bawah tepatnya di sekitar musola dan tangga perpus.

Pertama kalinya kita liat bagus ngerokok

Berhubung setrikaannya cuma satu, jadi kita giliran aja nyeterika PCBnya. Selagi nunggu, kita main poker berempat, aku, Suleman, Nengah, sama Alfin. Waktu tengah malam juga kita berempat sempat main bola hentar pakai botol pulpy orange ukuran besar. Aku sama Alfin yang satu tim menang 1-0 lawan Suleman sama Nengah. Sumpah, main bentar aja aku udah capek berat. Maklum, aku belum makan nasi dari
 kemarin malam, cuma makan gorengan yang di beliin om tadi. Selesai main kita berempat minum langsung dari galon, aku disembur sama Nengah. Bajingan ini orang, bikin basah aja.


Ya, sambil istirahat kita gantian nyeterika PCB, ngerendam PCB pakai bubuk borax (sorry, aku lupa nama bubuknya, sementara kita sebut borax aja), sama ngebor PCBnya. Aku yang satu kelompok sama Alfin dan Ade menamai robot kita dengan nama DeFinCa. Artinya tau sendirilah.. Lalu, robotnya Om, kita nggak tau namanya, lalu robotnya Suleman sama Anis dikasih nama MaNis, diambil dari kata Maulana dan Anis. Ini beneran nama robot yang nyebelin. Lalu robotnya si Herwin yang mungkin satu kelompok sama Nengah dan Bagus rencananya mau dinamain HN. Kata Nentah sih itu singkatan Herwin Nengah. Tapi kata Herwin itu kepanjangan dari Herwin Nabilah. :D nama yang bagus, Win.












Oh iya, sempat terjadi perang PCB antara aku dan Suleman. Dia nulis nama Anis di PCBnya, wajar sih mereka satu kelompok. Nah, sebelum Suleman nulis Nama Anis, aku udah nulis "calon istri: AM" di PCBku, AM itu inisial Anis Mitaraya. Ku kasih lope lope juga. :D ya, itu juga setelah dapat persetujuan dari Alfin.

Semua tugas dari penyeterikaan, perendaman sampai pengeboran mungkin selesai jam tiga atau jam empat. Nah, karena nanggung kalau pulang dan tidur jadi kita putuskan main putar pertanyaan aja, semacam permainan spin bottlelah. Yang di tunjuk botol dilempar pertanyaan dan harus jawab dengan jujur. Tapi kita nggak selalu pakai botol, kadang kita pakai korek, modem, atau hapenya Suleman. Tapi yang paling populer itu main flappy bird, skor terendah yang ditanyain.

Awal kisah permainan ini di mulai, aku Sama Suleman yang mainkannya. Waktu itu sebelum libur semester, kita berdua yang lagi bosan nungguin Nengah yang keluar dari warnet main putar botol. Lalu, kedua kalinya kita main itu waktu di kamarku rame-rame, tapi yang main cuma aku, Nengah, Suleman sama Alfin. Waktu itu kita mainin flappy bird. Ketiga kalinya kita juga main tlappy bird di kamarku, aku, Alfin sama Nengah. Kali ini di rekam, idenya Nengah. Sumpah, permainan kali ini pertanyaannya jadi abnormal. Awalnya kita ngebahas cinta-cintaan, lalu beralih ke sex, akhirnya ngawur maksa dengan pertanyaan tentang perhomoan. Tapi, teman-teman pada suka dengan rekaman itu. Katanya bikin ngakak setengah mati. Ke empat kalinya main, kita pakai kartu main tiga puluhan. Aku nggak banyak ingat yang ini. Permainan ke lima kita mainkan rame-rame aku, Nengah, Alfin, Om, Suleman, Muklis sama Vicky sambil ngopi di stasiun kereta Malang. Di permainan kali ini kita bertiga yang rival ini, aku, Muklis dan Suleman di bongkar segala rahasianya tentang Anis. Permainan ke enam, bener-bener permainan terburuk yang pernah ada, kita mainkan rame-rame di lesehan bambu. Hasilnya terlalu ribut dan sejujurnya menurutku yang nanya banyak pertanyaan nggak asik. Permainan ke tujuh itu aku Nengah sama Eko main pakai falppy bird, yang berkesan dari permainan ini, aku nanya sama Suleman, lagu JKT48 yang berjudul apa yang bisa mengungkapkan isi hati dia ke Anis, dan tolong nyanyikan sedikit. Akhirnya Suleman nyanyi Oogoe diamond, untuk Anis. Permainan ke delapan itu aku, Nengah, sama Alfin. Biasa, kalau trio yang ini yang main pasti ngawur tapi sangat menghibur...

Nah, yang tadi di mainkan itu permainan ke sembilan, aku sebutin ya... Aku, Om, Nengah, Alfin dan Suleman main putar hape. Bagus udah lama pulang, sedangkan Herwin nggak ikut main, dia sibuk di beskem dan kami tau dia nggak berani ikut. Biasalah, aku sama Suleman ditanyain seputar Anis dan persaingan dalam mendapatkannya. Om ditanyain tentang tante. Kalau Nengah curhat tentang Yuni yang lagi nggak dia tegur. Nah, kalau Alfin dia cuma di tanyain sekali  aja tentang pengalaman memalukannya gersama mantan. Eh, tdi aku sempat ditanya sama Suleman dengan pertanyaan yang sebelumnya pernah ku tanyain ke dia. Aku disuruh nyebutin judul dan nyanyiin lagu JKT48 untuk ngungkapin perasaan ku ke Anis. Bodohnya aku, kenapa aku ungkit kalau Suleman pernah ku tanyain begitu, jadinya m'ntal ke aku pertanyaannya. Akhinya, untuk mengungkapkan perasaanku yang selalu memperhatikan Anis dan mengharapkan perhatian darinya, aku Nyanyiin bagian reffnya lagu JKT48 yang judulnya Baby!!! Baby!!! Baby!!!

Akhirnya pagi tiba, bukannya kuliah atau tidur, aku malah bikin cerita ini yang selesainya jam 9 pagi.