26 April 2014

Kisah lama yang ku tinggalkan

Sekarang pukul 02:12, jelas ini udah memasuki tanggal 22 april 2014. Ya, terbilang udah cukup lama nih, aku nggak buat catatan. Terakhir aku buat catatan itu masih tentang Sabrina, cewek yang sejak oktober 2013 lalu udah buat aku jatuh cinta pada pandangan pertama sampai awal semester dua ini. Sebenarnya aku sekarang udah nggak pengen lagi nulis sesuatu tentang dia, tapi berhubung biar lebih asyik dan pembaca tau tentang kronologis kisah cintaku ke si dia, jadi aku ceritakan sedikit di catatan kali ini.
Oke, begini sinopsisnya... Waktu itu aku baru pindah ke kota Malang dan daftar kuliah di sekolah tinggi bla bla bla, kita singkat aja jadi STMIK Asia Malang. Pada bulan oktober aku mengikuti AMT dan matrikulasi, semacam tes masuk akademik. Di situlah aku ketemu Sabrina dan mulai jatuh cinta padanya. Nasib baik berpihak padaku, waktu ormaba aku satu kelompok sama dia selama 3 hari. Selama ormaba aku banyak memperhatikan dia dan aku semakin mengaguminya. Memang berhasil kenalan secara tidak langsung, tapi aku masih belum dekat dengan dia. Tapi syukur deh, aku berhasil minta nomor hape dia dan add akun pesbuknya.
Selanjutnya, keberuntungan berpihak kembali padaku, aku dan dia jadi teman sekelas, kebetulan di jurusanku, sistem komputer nggak banyak mahasiswanya, jadi nggak memungkinkan untuk dibagi menjadi beberapa kelas.
Beberapa bulan pertama aku susah akrab sama dia walapun Vicky, temanku udah berusaha keras dekatin aku sama dia. Sabrina sempat tau tentang perasaanku ke dia karena Vicky membocorkannya. Aneh banget deh, aku ditolak tanpa pernah ngajakin dia pacaran. Sempat galau sih, tapi aku tetap nggak putus asa. Akhirnya setelah sekian lama, aku jadi akrab juga sama dia karena temanku, Dwipa juga akrab sama dia. Perasaanku ke dia jadi semakin bertumbuh, diapun semakin ngerti seberapa dalam aku menaruh perasaan ke dia. Aku sempat ngajakin dia pacaran, tapi dia tetap bersikeras menolak dengan alasan dia punya pacar dan dia belum bisa terima aku yang sekarang. Tapi dia bilang dia mau jadi pacarku nanti, waktu aku udah berubah jadi lebih baik. Dengan perubahan yang nggak begitu segnifikal aku berubah menjadi lebih baik dengan cepat. Hingga sampailah di saat itu, aku lari pagi sama dia. Selama lari pagi aku senang banget gara-gara bisa bikin dia ceria terus.
Selesai lari pagi, dengan nada bercanda aku ngajakin dia pacaran, tapi dia nanggapin becandaqnku dengan serius. Secara nggak langsung, untuk kedua kalinya aku ditolak tanpa menyatakan cinta. Jawabannya benar-benar bikin down. Ternyata waktu itu dia cuma PHPin aku, sebenarnya dia nggak pernah mau jadi pacarku. Inilah tingkat kesedihanku yang terdalam selama aku mengenal dia.
Beberapa bulan kemudian libur semester tiba, pacar Sabrina datang dari Medan, sedangkan aku yang tau tentang kabar kedatangan pacarnya itu, memilih untuk menghabiskan liburanku di rumah temanku, Eno. Selama di rumah Eno, aku berusaha keras untuk ngelupain Sabrina. Sedikit demi sedikit aku merehabilitasi perasaanku, mensugestikan diri bahwa aku akan berhenti mencintai Sabrina. Tapi usahaku belum membuahkan hasil.
Libur belum usai, aku kembali ke kost pada malam hari karena ada sedikit kepentingan. Tapi malang nasib yang ku dapatkan, aku menjumpai Sabrina sedang berduaan dengan pacarnya di depan kostku. Perasaanku benar-benar hancur saat itu, melihat perempuan yang sangat di cinta sedang memadu kasih dengan laki-laki lain.
Semenjak malam itu, aku kembali ke rumah Eno dan menghabiskan masa liburanku. Dalam pengasinganku, aku berusaha membenci Sabrina, menghapus semua perasaanku yang pernah ada untuknya. Kali ini aku benar-benar berhasil membuangnya keluar dari hatiku. Bahkan sampai saat ini, aku dan dia nggak banyak ngomong, nyaris nggak pernah berbincang. Paling mentok dia ngajak aku ngomong waktu ada hal penting aja, itupun aku nggak meresponnya dengan kata-kata.
Bukan karena aku sama dia musuhan seperti yang selama ini teman-teman kira, aku cuma malas untuk berinteraksi dengannya walaupun sekedar mengucapkan beberapa patah kata. Aku cuma nggak mau mengingat masa laluku bersama dia, masa-masa yang cukup membuat ku merasakan sesaknya mencintai.
Ya, seperti itulah ringkasan cerita tentang aku dan Sabrina. Aku minta maaf sama para pembaca, sinopsis yang ku buat terlalu panjang nggak seperti yang tadi aku bilang di atas. Tadinya aku pengen ceritain tentang cewek lain yang sekarang memikat hatiku. Tapi apa boleh buat, aku terpaksa menceritakannya di catatan yang selanjutnya.
Terima kasih, udah baca ceritaku yang lebih mirip curhatan ini. Dan sekali lagi aku minta maaf atas cerita yang terlalu panjang ini. Aku juga minta maaf kalau EYD yang aku gunakan masih sangat berantakkan.
Bye.... See you....