25 April 2014

DeFinCa Si Line Follower dan Dia Si Cuek

Hari ke dua pengerjaan robot line follower. Kita lembur lagi, dan pekerjaan sudah masuk dalam tahap pemasangan komponen dan penyolderan. Semuanya pada kerja keras karena besok robot kita harus udah siap jam sembilan pagi, padahal mereka belum ada tidur dari semalam. Tapi ada beberapa anak termasuk aku kerjanya nggak terlalu ngepoll gara-gara nggak kebagian kerjaan.

DeFinCa... Ya, kalau robot itu besok selesai dengan hasil yang memuaskan, aku nggak akan bangga, karena hampir nggak ada campur tanganku dalam penyelesaiannya, DeFinCa bisa selesai karena jerih payah Ade dan Alfin. Sementara aku cuma jadi sponsor yang bantu ngebiayain dan jadi asisten kalau-kalau dibutuhkan. Aku akui sih, aku nggak ngerti banyak tentang komponen, tapi kalau masalah nyablon atau nyolder komponen aku bisa. Masalahnya Alfin jarang kasi aku kesempatan untuk bantu nyelsain kerjaan.

















Tapi sudahlah, lupakan masalah DeFinCa, aku nggak mau ambil pusing tentang itu. Sekarang aku lagi sedikit bad mood gara-gara liat Suleman dekat sama Anis. Tapi itu hak mereka sih, mereka mau jadianpun fine aja buat aku, ya walaupun sebenarnya perasaan jadi remuk.

Berusaha nggak cemburu dan nggak ambil pusing sih, dengan masalah tentang Anis. Karena memang aku maunya perasaan aku ke dia buat happy-happy aja, nggak kayak dulu sama Sabrina yang terlalu bikin galau. Tapi seberapapun aku berusaha happy dengan keadaan ini, tetap aja berkelebat rasa sedih yang perlahan menyelimuti hati. Aku berusaha dekat sama dia tapi susah, dianya cuek banget. Aku selalu memperhatikan dia dari dekat atau jauh. Berusaha cari celah biar bisa becanda sama dia, tapi nyaris nggak ada kesempatan. Pengen rasanya memaksa otak kreatif dikit biar bisa nyiptain kesempatan sendiri, tapi otakku mampet... Arrgghh!!! Panggil sedot WC!!!

Huwh... -_- Mungkin benar, dia tercipta hanya untuk ku pandangi...